Auditor BPK Ditangkap KPK Terkait Pemberian Motor Gede

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menahan seorang auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena diduga menerima sebuah motor gede sebagai sogokan.

Auditor, yang diidentifikasi sebagai SK, diduga telah menerima hadiah dari Harley Davidson dari perorangan di perusahaan jasa tol PT Jasa Marga, sebagai imbalan atas pengaburannya pada ketidakberesan keuangan pada perusahaan milik negara.

“Auditor BPK yang dicurigai ditugaskan untuk mengaudit Jasa Marga dan dia menemukan penyimpangan dan kemudian dia meminta hadiah. Sepeda Harley Davidson,” kata seorang sumber di KPK seperti dikutip tempo.co.

Penyidik ​​KPK pindah untuk menangkap tersangka pada hari Rabu.

Dihubungi terpisah, juru bicara BPK Yudi Ramdan Budiman mengatakan bahwa auditor yang bersangkutan telah dikenai pemeriksaan internal sejak 5 September tahun ini.

“Kami telah melakukan penyelidikan mulai 5 September. Tapi itu lebih merupakan masalah etis. KPK akan menangani penyelidikan kriminal,” kata Yudi seperti dikutip tempo.co.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan bahwa KPK dan BPK akan membuat pernyataan bersama terkait penyidikan pada hari Jumat.

Tentu ini menambah kasus pada lembaga pemeriksaan keuangan yang terjerat kasus suap. Mengenai hal tersebut, pihak-pihak terkait memang sudah seharusnya diberikan sanksi yang lebih tegas jika terbukti melakukan penyalahgunaan wewenang seperti halnya kasus mengenai motor gede ini.

Audit sendiri merupakan salah satu hal yang sering dilakukan oleh pihak terkait seperti halnya BPK untuk melihat dan memastikan kevalidan data yang ada. Tentu ini menjadi hal yang memalukan, mengingat sogokan merupakan salah satu kasus korupsi yang sangat populer dan sudah menjadi rahasia umum ada beberapa pegawai instantasi terkait yang sudah sering melakukan hal serupa.

Gubernur Bengkulu Diamankan KPK

Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) dan diamankan di Mapolsek bengkulu. Ridwan Mukti tertangkap tangan oleh KPK bersama istrinya, Lili Madari.

Selain menangkan Gubernur Bengkulu dan Istri, KPK juga turut mengamankan 2 orang kontraktor asal Bengkulu. Penangkapan Ridwan Mukti ini diduga berhubungan dengan proyek peningkatan jalan yang sedang berjalan.

Sehubungan dengan kasus tangkap tangan ini, keempat-nya dikabarkan akan segera diangkut ke Jakarta untuk mendalami kasus lebih dalam. Penangkapan ini pun sudah dipastikan oleh Polda bengkulu yang mengatakan keempatnya telah diamankan di Mapolda.
Gubernur Bengkulu Diamankan KPK

Tentunya kabar penangnkapan Gubernur Bengkulu ini membuat kaget banyak pihak. Seorang pejabat daerah tertangkap tangan oleh KPK membuat sorotan besar terjadi kepada pimpinan daerah lainnya yang mungkin saja akan mengalami hal serupa.

KPK sendiri telah mengamankan ruang kerja Gubernur Bengkulu ini. Guna mendalami informasi lebih lanjut, bersama 3 orang lainnya, Ridwan Mukti segera diberangkatkan ke Jakarta.

Wakil Presiden, Yusuf Kalla sendiri mengetahui kabar tersebut sangat menyayangkan pejabat daerah selevel Gubernur melakukan hal yang sangat tidak terpuji. Korupsi dipejabat daerah memang sering kali mencoreng institusi pemerintah terlebih memang kepercayaan dari masyarakat sendiri masih rendah. Dengan kasus yang dialami oleh Gubernur Bengkulu ini, maka bertambah satu kasus lagi tentang pejabat daerah setingkat Gubernur yang ditangkap KPK.