Nolito Merasa Tak Dipercaya Guardiola

Nolito Merasa Tak Dipercaya Guardiola Musim 2016/17, Nolito yang kala itu baru bergabung dengan Manchester City harus puas lantaran tak menjadi pilihan utama sang manajer, Josep Guardiola. Total hanya 19 partai yang dimainkan oleh Nolito musim lalu di Liga Inggris, dan situasi ini membuat dirinya memikirkan untuk hengkang dari City dan menerima tawaran dari klub yang mungkin tertarik dengannya.

Memang Guardiola pada awal musim mencoba memaksimalkan Nolito, entah karena faktor apa, namun pada pertandingan pekan-pekan berikutnya, Guardiola lebih memilih untuk memainkan pemain lain. Nolito pun terpinggirkan, sehingga membuat dirinya prustasi lantaran tak mendapat jatah bermain lebih di Etihad Stadium.

Dengan situasi yang dialaminya tersebut, Nolito tak ragu memberikan keluh kesahnya ke media tentang situasi yang dihadapinya. Kepada media, Nolito secara terbuka menyatakan ketidaksenangan akan situasi yang tengah dihadapinya di City.

Nolito sendiri telah memikirkan bahwa mungkin ia akan menerima dan lebih memilih untuk kembali ke Spanyol. Sebelum bergabung ke City, memang Nolito bermain di Liga Spanyol dan menunjukkan penampilan yang apik sehingga City tertarik untuk mendatangkannya.

Bagi Nolito, yang ia inginkan saat ini hanyalah jam bermain yang lebih sering. Di City sendiri, Guardiola masih enggan untuk memainkan Nolito sebagai pilihan utama dan jika situasi ini terus terjadi, Nolito meminta pada pihak klub untuk menjualnya.

Lebih lanjut secara terang-terangan Nolito mengatakan ia mungkin saja kembali ke Spanyol dan bisa saja bergabung ke Sevilla, Celta Vigo atau tim lain Spanyol yang serius ingin memainkannya secara reguler.

SBY Minta Semua Pihak Introspeksi Diri

Pasca Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu silam, suasana tak hanya di Jakarta melainkan diberbagai daerah di Indonesia memanas. Maraknya isu SARA yang berkembang membuat beberapa pihak bertikai baik di media sosial maupun di dunia nyata. Tak jarang pula beberapa orang diringkus lantaran melakukan hate speech dan beberapa lainnya telah ditangkap lantaran dituduh melakukan perkusi kebeberapa orang.

Sejak diputuskannya vonis bagi Ahok untuk kasus penistaan agama, tampaknya hal sensitif bernuansa SARA tak kunjung selesai. Selepas penetapan vonis terhadap Ahok, rupanya drama ini masih tak kunjung selesai. Berbagai pihak yang bersebrangan tampaknya masih sama-sama belum puas dan masih sering melakukan aksi saling serang.

Melihat kondisi yang semakin tak kondusif ini, Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono atau yang akrab disapa SBY memberikan suaranya.

SBY Minta Semua Pihak Introspeksi Diri

Menurut SBY yang juga merupakan ketua umum Partai Demokrat mengatakan semua pihak baik masyarakat maupun pemerintah sudah seharusnya menyelesaikan semua perkara tersebut dan melupakan kejadian yang telah lewat(Pilkada DKI Jakarta).

Bagi SBY, sudah seharusnya semua pihak introspeksi diri dalam kondisi yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia. Ia pun memberikan intruksi pada kader-kadernya agar hal yang terjadi di DKI Jakarta tak terulang didaerah lain yang ada di Indonesia.

SBY menuturkan bahwa andai kejadian serupa terulang, maka hal tersebut merupakan langkah mundur demokrasi yang ada di Indonesia. Bagi SBY, jika Pilkada membuat orang bersebrangan, sudah seharusnya setelah pesta demokrasi itu usai maka pihak yang bersebrangan tersebut dapat kembali bergandengan tangan.

Seorang Pria Ditangkap Terkait Ancaman Granat ke Mapolsek Malangbong

Seorang Pria Ditangkap Terkait Ancaman Granat ke Mapolsek Malangbong Seorang pria berinisial A diamankan karena melakukan ancaman pelemparan granat ke Mapolsek Malangbong. Polisi sendiri sudah mengidintifikasi bahwa penemuan granat yang dibawah oleh pelaku merupakan granat asli, namun granat tersebut sudah tidak aktif lagi.

A yang berusia 36 tahun diamankan oleh pihak kepolisian karena mengancam akan melakukan peledakan dengan granat ke Mapolsek Malangbong. Awalnya tersangka datang ke Mapolsek dan meminta bantuan kepada pihak kepolisian mengenai kasus pencurian yang dialami oleh saudaranya. Saat pria ini diminta untuk masuk pada ruangan, A nekat mengeluarkan granat dan mengancam akan meledakkan granat yang ternyata sudah tidak aktif lagi tersebut.

Aksi nekat A ini memang terbilang sangat nekat, karena memang ia melakukan percobaan terorisme dikantor kepolisian. Dengan kasus yang saat ini menimpa A, pria 36 tahun ini pun terancam hukuman lebih dari 15 tahun pencara.

A saat ini melanggar Pasal 7 UU RI Nomor 15 Tahun 2003 jo Perpu Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Terorisme.

Pria yang berdomisili di Kabupaten Bandung ini masih terus dimintai keterangan mengenai asal muasal granat yang didapatkan. Kapolres Garut, AKBP Novri Turangga mengatakan dalam keterangannya masih ingin terus melakukan pendalaman tentang asal muasal barang yang dibawah oleh A dan juga motif apa yang membuat tersangka nekat melakukan ancaman pelemparan granat di Mapolres.

Pada akhir-akhir ini memang sedang maraknya kembali beberapa penyerangan terorisme. Ancaman granat ini bisa jadi adalah salah satu ancaman yang tidak boleh dipandang sebelah mata, karena mungkin saja hal ini adalah rencana besar yang sudah direncanakan orang dibelakangnya.