Serangan Teror Terjadi Di Barcelona

Pejabat Spanyol mengkonfirmasi pada hari Sabtu di tengah hari bahwa teror yang bertanggung jawab atas serangan di Barcelona dan Cambrils “benar-benar dibongkar”.

Diyakini masih ada perburuan internasional karena orang tersebut dipercaya sebagai supir van yang menabrak pejalan kaki.

Sebuah perburuan besar sedang dilakukan di seluruh Eropa tadi malam karena setidaknya satu jihadis takut untuk tetap besar setelah merencanakan serangan teroris Barcelona, ​​karena laporan muncul bahwa sel teror tersebut mungkin telah merencanakan untuk menargetkan Sagrada Familia.

Polisi dan petugas keamanan memburu sisa anggota sel teror kelahiran Maroko, di tengah kekhawatiran bahwa mereka dapat mempersiapkan serangan lebih lanjut di daerah-daerah wisata yang populer.

Tersangka kunci 17 tahun dari kemarahan van Barcelona, ​​Moussa Oukabir, adalah satu dari lima teroris yang ditembak mati oleh polisi Spanyol dalam sebuah serangan di jalan pantai Cambrils pada dini hari kemarin, pihak berwenang mengkonfirmasi tadi malam.

Mereka juga bernama Said Aalla, 18 dan Mohamed Hychami, 24 di antara mereka yang ditembak mati. Empat tersangka lainnya ditahan.

Tapi polisi tadi malam terus meminta informasi tentang Younes Abouyaaqoub, 22.

Seorang pejabat keamanan Prancis mengatakan tadi malam bahwa polisi Spanyol sedang mencari sebuah van Renault Kangoo yang disewa pada hari Kamis di Spanyol oleh tersangka yang mungkin telah menyeberang ke Prancis.

Pejabat keamanan percaya bahwa serangan terhadap Barcelona dan Cambrils adalah hasil kerja sel teror setidaknya 12 orang, yang mungkin terinspirasi oleh kemarahan London Bridge pada bulan Juni.

Pada Kamis siang, Oukabir dan rekan-rekannya mengendarai sebuah van di sepanjang jalan raya Las Ramblas yang ramai Barcelona, ​​membajak turis yang menewaskan 13 orang dan lebih dari 100 orang terluka.

Setelah melakukan serangan tersebut, Oukabir diyakini telah melarikan diri dengan berjalan kaki, sebelum membajak mobil Ford Focus, menusuk supirnya, dan meloncat ke sebuah pos pemeriksaan, untuk melepaskannya. Hal ini kemudian diyakini ia melakukan perjalanan ke pantai resor Cambrils, di mana ia bertemu dengan empat sesama jihadis.

Mengendarai Audi A3, mereka berjalan dengan kecepatan di sepanjang kawasan pejalan kaki kota tapi jatuh dan membalik mobilnya.

 

Panglima TNI Sebut Ada 16 Wilayah Dimasuki ISIS

Panglima TNI Sebut Ada 16 Wilayah Dimasuki ISIS Ancaman ISIS memang tengah mengintai berbagai belahan dunia. Teror terus dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Khilafah ini. Tentu saja konsep yang coba dilakukan oleh ISIS tidak seperti yang ada dalam pedoman kita suci Islam. Akibat dari perbuatan ISIS ini, tak sedikit pula timbul ketakukan pada negara barat yang cenderung tidak mengenal ajaran Islam dan menimbulkan stigma negatif pada Islam.

Di Asia sendiri, khsususnya Filiphina, kawasan Marawi sendiri telah disisipi oleh kelompok ISIS. Presiden Filiphina sendiri yang sebelumnya optimis untuk membumi hanguskan ISIS saat hari ulang tahun negara tersebut, nampaknya harus gigit jari. Kelompok ISIS yang telah menguasai sebagian wilayah Filiphina ini memang sangat sulit dijinakkan.

Situasi ini tentu membuat kawasan negara Asia Tenggara lainnya was-was. Tentu saja bisa saja kelompok ini akan memencar dengan cepat jika terdesak di wilayah Marawi tersebut.

Dengan situasi yang saat ini terjadi, Panglima TNI, Gatot Nurmantyo mengatakan setidaknya telah ada 16 kawasan di Indonesia yang telah dimasuki oleh ISIS. Panglima TNI itu menambahkan, meskipun ISIS telah masuk ke wilayah Indonesia, namun jumlah dan kekuatannya masih terbilang kecil. Meskipun kecil, memang hal tersebut tak boleh dibiarkan begitu saja.

Panglima lebih lanjut mengatakan bahwa penyebaran ini memang harus diwaspadai, terlebih para teroris ini sulit dibedakan dan telah berbaur dengan masyarkat setempat.

Beberapa teror sendiri beberapa akhir ini terjadi di Indonesia. Terakhir adalah bom yang meledak dekat kawasan Kampung Melayu. Kejadian pengeboman terseubt juga diduga dilakukan oleh militan dari ISIS. Ancaman lain siap mengintai andai saja pemerintah dan pihak berwenang terus membiarkan penyebaran kelompok teroris ini.

Di Indonesia sendiri, menurut Panglima TNI harus melakukan pemerikasaan yang detail dari pintu masuk perbatasan-perbatasan yang ada. Memang beberapa wilayah Indonesia sangat rawan untuk dimasuki oleh orang-orang ISIS ini.

Seorang Pria Ditangkap Terkait Ancaman Granat ke Mapolsek Malangbong

Seorang Pria Ditangkap Terkait Ancaman Granat ke Mapolsek Malangbong Seorang pria berinisial A diamankan karena melakukan ancaman pelemparan granat ke Mapolsek Malangbong. Polisi sendiri sudah mengidintifikasi bahwa penemuan granat yang dibawah oleh pelaku merupakan granat asli, namun granat tersebut sudah tidak aktif lagi.

A yang berusia 36 tahun diamankan oleh pihak kepolisian karena mengancam akan melakukan peledakan dengan granat ke Mapolsek Malangbong. Awalnya tersangka datang ke Mapolsek dan meminta bantuan kepada pihak kepolisian mengenai kasus pencurian yang dialami oleh saudaranya. Saat pria ini diminta untuk masuk pada ruangan, A nekat mengeluarkan granat dan mengancam akan meledakkan granat yang ternyata sudah tidak aktif lagi tersebut.

Aksi nekat A ini memang terbilang sangat nekat, karena memang ia melakukan percobaan terorisme dikantor kepolisian. Dengan kasus yang saat ini menimpa A, pria 36 tahun ini pun terancam hukuman lebih dari 15 tahun pencara.

A saat ini melanggar Pasal 7 UU RI Nomor 15 Tahun 2003 jo Perpu Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Terorisme.

Pria yang berdomisili di Kabupaten Bandung ini masih terus dimintai keterangan mengenai asal muasal granat yang didapatkan. Kapolres Garut, AKBP Novri Turangga mengatakan dalam keterangannya masih ingin terus melakukan pendalaman tentang asal muasal barang yang dibawah oleh A dan juga motif apa yang membuat tersangka nekat melakukan ancaman pelemparan granat di Mapolres.

Pada akhir-akhir ini memang sedang maraknya kembali beberapa penyerangan terorisme. Ancaman granat ini bisa jadi adalah salah satu ancaman yang tidak boleh dipandang sebelah mata, karena mungkin saja hal ini adalah rencana besar yang sudah direncanakan orang dibelakangnya.