Gubernur Bengkulu Diamankan KPK

Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) dan diamankan di Mapolsek bengkulu. Ridwan Mukti tertangkap tangan oleh KPK bersama istrinya, Lili Madari.

Selain menangkan Gubernur Bengkulu dan Istri, KPK juga turut mengamankan 2 orang kontraktor asal Bengkulu. Penangkapan Ridwan Mukti ini diduga berhubungan dengan proyek peningkatan jalan yang sedang berjalan.

Sehubungan dengan kasus tangkap tangan ini, keempat-nya dikabarkan akan segera diangkut ke Jakarta untuk mendalami kasus lebih dalam. Penangkapan ini pun sudah dipastikan oleh Polda bengkulu yang mengatakan keempatnya telah diamankan di Mapolda.
Gubernur Bengkulu Diamankan KPK

Tentunya kabar penangnkapan Gubernur Bengkulu ini membuat kaget banyak pihak. Seorang pejabat daerah tertangkap tangan oleh KPK membuat sorotan besar terjadi kepada pimpinan daerah lainnya yang mungkin saja akan mengalami hal serupa.

KPK sendiri telah mengamankan ruang kerja Gubernur Bengkulu ini. Guna mendalami informasi lebih lanjut, bersama 3 orang lainnya, Ridwan Mukti segera diberangkatkan ke Jakarta.

Wakil Presiden, Yusuf Kalla sendiri mengetahui kabar tersebut sangat menyayangkan pejabat daerah selevel Gubernur melakukan hal yang sangat tidak terpuji. Korupsi dipejabat daerah memang sering kali mencoreng institusi pemerintah terlebih memang kepercayaan dari masyarakat sendiri masih rendah. Dengan kasus yang dialami oleh Gubernur Bengkulu ini, maka bertambah satu kasus lagi tentang pejabat daerah setingkat Gubernur yang ditangkap KPK.

Pengacara Habib Rizieq Sebut Kliennya Dapat Visa 1 Tahun

Habib Rizieq telah ditetapkan tersangka oleh Polisi dalam kasus ‘Chat Sex’ yang dituduhkan pada pimpinan Front Pembela Islam(FPI). Memang penetapan status ini dinilai banyak pihak janggal dan cenderung dibuat-buat, sementara kasus terus bergulir, Habib Rizieq diketahui saat ini masih berada di Arab Saudi. Sebelumnya Habib Rizieq memang melakukan ibadah umroh, dan sempat ke Malaysia, namun tiba-tiba saja pemimpin ormas FPI ini tidak kembali ke Indonesia melainkan kembali ke Arab Saudi.

Kepergian Habib Rizieq ke Arab Saudi sendiri membuat pihak kepolisian belum bisa melanjutkan pemeriksaan terhadap kasus yang dituduhkan kepadanya. Red Notice sendiri telah coba dikirimkan oleh pihak kepolisian ke Interpol, namun surat tersebut dikembalikan oleh pihak Interpol karena menganggap hal tersebut kurang tepat.

Dengan tidak kembalinya Habib Rizieq hingga saat ini, pengacara pimpinan FPI tersebut mengatakan bahwa klien mendapat visa long stay dari pihak Arab Saudi. Setidaknya Habib Rizieq memiliki waktu setahun untuk menetap di Arab Saudi.Pengacara Habib Rizieq Sebut Kliennya Dapat Visa 1 Tahun

Sebelumnya pihak imigrasi mengkonfirmasi bahwa seharusnya visa kunjungan Habib Rizieq ke Arab Saudi akan berakhir pada 12 Juni lalu, namun hingga kini dari pihak pengacara Habib Rizieq mengkonfirmasi bahwa kliennya tersebut masih berada di Arab Saudi.

Pemeriksaan Habib Rizieq untuk beberapa kasus memang mengalami kendala karena pimpinan FPI ini masih berada diluar negeri. Beberapa kasus yang siap menunggu Habib Rizieq antara lain kasus ‘Chat Sex’, kasus penghinaan Pancasila, serta beberapa laporan yang dilakukan beberapa pihak terhadap pimpinan FPI ini.

Panglima TNI Sebut Ada 16 Wilayah Dimasuki ISIS

Panglima TNI Sebut Ada 16 Wilayah Dimasuki ISIS Ancaman ISIS memang tengah mengintai berbagai belahan dunia. Teror terus dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Khilafah ini. Tentu saja konsep yang coba dilakukan oleh ISIS tidak seperti yang ada dalam pedoman kita suci Islam. Akibat dari perbuatan ISIS ini, tak sedikit pula timbul ketakukan pada negara barat yang cenderung tidak mengenal ajaran Islam dan menimbulkan stigma negatif pada Islam.

Di Asia sendiri, khsususnya Filiphina, kawasan Marawi sendiri telah disisipi oleh kelompok ISIS. Presiden Filiphina sendiri yang sebelumnya optimis untuk membumi hanguskan ISIS saat hari ulang tahun negara tersebut, nampaknya harus gigit jari. Kelompok ISIS yang telah menguasai sebagian wilayah Filiphina ini memang sangat sulit dijinakkan.

Situasi ini tentu membuat kawasan negara Asia Tenggara lainnya was-was. Tentu saja bisa saja kelompok ini akan memencar dengan cepat jika terdesak di wilayah Marawi tersebut.

Dengan situasi yang saat ini terjadi, Panglima TNI, Gatot Nurmantyo mengatakan setidaknya telah ada 16 kawasan di Indonesia yang telah dimasuki oleh ISIS. Panglima TNI itu menambahkan, meskipun ISIS telah masuk ke wilayah Indonesia, namun jumlah dan kekuatannya masih terbilang kecil. Meskipun kecil, memang hal tersebut tak boleh dibiarkan begitu saja.

Panglima lebih lanjut mengatakan bahwa penyebaran ini memang harus diwaspadai, terlebih para teroris ini sulit dibedakan dan telah berbaur dengan masyarkat setempat.

Beberapa teror sendiri beberapa akhir ini terjadi di Indonesia. Terakhir adalah bom yang meledak dekat kawasan Kampung Melayu. Kejadian pengeboman terseubt juga diduga dilakukan oleh militan dari ISIS. Ancaman lain siap mengintai andai saja pemerintah dan pihak berwenang terus membiarkan penyebaran kelompok teroris ini.

Di Indonesia sendiri, menurut Panglima TNI harus melakukan pemerikasaan yang detail dari pintu masuk perbatasan-perbatasan yang ada. Memang beberapa wilayah Indonesia sangat rawan untuk dimasuki oleh orang-orang ISIS ini.

Seorang Pria Ditangkap Terkait Ancaman Granat ke Mapolsek Malangbong

Seorang Pria Ditangkap Terkait Ancaman Granat ke Mapolsek Malangbong Seorang pria berinisial A diamankan karena melakukan ancaman pelemparan granat ke Mapolsek Malangbong. Polisi sendiri sudah mengidintifikasi bahwa penemuan granat yang dibawah oleh pelaku merupakan granat asli, namun granat tersebut sudah tidak aktif lagi.

A yang berusia 36 tahun diamankan oleh pihak kepolisian karena mengancam akan melakukan peledakan dengan granat ke Mapolsek Malangbong. Awalnya tersangka datang ke Mapolsek dan meminta bantuan kepada pihak kepolisian mengenai kasus pencurian yang dialami oleh saudaranya. Saat pria ini diminta untuk masuk pada ruangan, A nekat mengeluarkan granat dan mengancam akan meledakkan granat yang ternyata sudah tidak aktif lagi tersebut.

Aksi nekat A ini memang terbilang sangat nekat, karena memang ia melakukan percobaan terorisme dikantor kepolisian. Dengan kasus yang saat ini menimpa A, pria 36 tahun ini pun terancam hukuman lebih dari 15 tahun pencara.

A saat ini melanggar Pasal 7 UU RI Nomor 15 Tahun 2003 jo Perpu Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Terorisme.

Pria yang berdomisili di Kabupaten Bandung ini masih terus dimintai keterangan mengenai asal muasal granat yang didapatkan. Kapolres Garut, AKBP Novri Turangga mengatakan dalam keterangannya masih ingin terus melakukan pendalaman tentang asal muasal barang yang dibawah oleh A dan juga motif apa yang membuat tersangka nekat melakukan ancaman pelemparan granat di Mapolres.

Pada akhir-akhir ini memang sedang maraknya kembali beberapa penyerangan terorisme. Ancaman granat ini bisa jadi adalah salah satu ancaman yang tidak boleh dipandang sebelah mata, karena mungkin saja hal ini adalah rencana besar yang sudah direncanakan orang dibelakangnya.