Perusahaan Indonesia Pamerkan Produk Di Vietnam

Dua puluh enam perusahaan Indonesia memamerkan produk mereka di pameran perdagangan yang membuka pintunya di pusat kota Danang pada hari Kamis.

Pada display di 32 stand adalah mobil dan komponen, bahan makanan dan minuman, kertas, barang seni dan kerajinan tangan, serta produk fashion.

Dalam sambutannya pada acara pembukaan pameran tersebut, Duta Besar RI untuk Vietnam Ibnu Hadi mengatakan bahwa acara tersebut bertujuan untuk mengiklankan citra dan produk berkualitas Indonesia, menyampaikan informasi terbaru tentang hubungan bilateral antara Vietnam dan Indonesia dalam bidang perdagangan, investasi dan pariwisata sambil membantu negara- bisnis mencari peluang kerja sama baru.

Dialog antara bisnis Vietnam dan Indonesia dijadwalkan akan diadakan pada hari Sabtu di sela-sela pameran tersebut. Diorganisir bersama oleh Kedutaan Besar Indonesia dan Kamar Dagang dan Industri Vietnam, acara yang akan datang diharapkan dapat menarik sekitar 100 bisnis dari dua negara.

Pameran berlangsung sampai hari Minggu.

Kerja sama ekonomi bilateral antara kedua negara telah mengalami hasil yang menggembirakan selama beberapa tahun terakhir.

Perdagangan dua arah mencapai US $ 5,6 miliar pada 2016 dan $ 4,72 miliar dalam sembilan bulan terakhir, naik 23 persen dari tahun ke tahun. Dari jumlah tersebut, ekspor Vietnam senilai $ 2,11 miliar ke Indonesia sementara impornya dari pasar mencapai $ 2,61 miliar.

Di antara ekspor Vietnam ke Indonesia termasuk bahan kimia, produk kertas dan kertas, bahan plastik, telepon dan komponen telepon. Sementara itu, Vietnam mengimpor barang-barang otomotif dan batu bara dari Indonesia.

Dari sisi investasi, bisnis Indonesia telah memompa $ 39 juta ke Vietnam dalam 10 bulan terakhir. Penambahan terbaru telah membawa investasi Indonesia di negara ini mencapai total $ 453,4 juta, peringkat 30 di antara 128 negara dan wilayah yang berinvestasi di negara ini.

Angka-angka ini, bagaimanapun, gagal untuk mencocokkan potensi kedua negara, kata pakar perdagangan.

Vietnam dan Indonesia bekerja keras untuk meningkatkan perdagangan dua arah menjadi $ 10 miliar tahun depan.

Beberapa Mie Samyang Terbukti Memiliki Kandungan Babi

Mie Samyang memang menjadi salah satu makanan kekinian yang tengah populer dikalangan masyarakat Indonesia. Mie ini adalah mie instant yang berasal dari Korea Selatan yang memiliki beberapa rasa, dan ada pula beberapa mie yang pedas dan dengan hal tersebut, Samyang pun mendadak terkenal. Beberapa video dari youtuber bahkan mengadakan Samyang Challange, namun kabar terbaru menyebutkan beberapa varian dari mie asal Korea Selatan tersebut positif mengandung Babi.

Badan Pengawas Obat dan Makanan(BPOM) menemukan beberapa varian dari Mie Samyang mengadung Babi. Di Indonesia sendiri merupakan negara yang mayoritas penduduknya Islam, dengan hal ini tentunya makanan yang masuk meski memiliki kejelasan kehalalannya. Temuan ini pun membuat banyak pihak bertanya-tanya, mengapa baru tahun ini Mie Samyang baru diketahui mengandung kandungan Babi padahal perederannya telah terjadi sejak beberapa tahun lalu.

PT Koin Bumi selaku importir mie asal Korea Selatan pun akhirnya menarik produk-produk yang memang memiliki kandungan Babi. Dengan varian yang mengadung Babi ditarik dari pasar, maka kini Samyang yang tersebar merupakan varian yang tidak mengadung Babi.Beberapa Mie Samyang Terbukti Memiliki Kandungan Babi

Samyang U-Dong, Kimchi, Yeul dan Shin Ramyun Black merupakan 4 jenis produk Samyang yang ditarik dari pemasaran. PT Koin Bumi pun mengaku terus melakukan komunikasi dengan BPOM guna menindaklanjuti permasalahan ini.

Banyak konsumen yang mengaku kecewa dengan pihak Samyang yang tidak memberitahukan hal ini sebelumnya. Memang sebelumnya beberapa produk dari Samyang belum memiliki label Halal dari MUI. Kendati tidak memiliki label tersebut, banyak konsumen yang berpikir bahwa mie ini bebas Babi lantaran tidak memiliki pengetahuan yang cukup.